AgamBeritaHeadlineSumatera Barat

Tersebar di 3 Kecamatan, 6 Unit Jembatan Bailey dan Armco sudah Bisa Dilalui Warga

5
×

Tersebar di 3 Kecamatan, 6 Unit Jembatan Bailey dan Armco sudah Bisa Dilalui Warga

Sebarkan artikel ini
SUDAH BISA DILALUI WARGA-- Enam unit jembatan bailey dan 1 unit jembatan armco yang dibangun di enam kecamatan pascabencana banjir bandang, kini sudah bisa dilalui warga dan dirasakan manfaatnya.

POLIKATA.COM- Sebanyak enam jembatan Bailey dan Armco yang dibangun untuk mengatasi dampak bencana di Kabupaten Agam sudah mulai bisa dimanfaatkan warga. Enam jembatan itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Raya dengan satu jembatan Bailey dan tiga jembatan Armco, Kecamatan Matur satu jembatan Bailey, serta Kecamatan Canduang satu jembatan Bailey.

Peresmian jembatan itu dipusatkan di Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (28/1/2026).

Sebelumnya, satu unit jembatan Armco di Kecamatan Malalak telah lebih dulu rampung, sehingga jembatan yang telah rampung dibangun di Kabupaten Agam sebanyak tujuh unit.

Peresmian dilakukan Kasdam XX/TIB, Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo. Dia mengatakan pembangunan jembatan itu merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya dalam pemulihan pasca bencana.

“Ini menjawab apa yang disampaikan pak Presiden, bahwa negara hadir untuk rakyat. Kita ingin menunjukkan masyarakat tidak sendiri. Pemerintah hadir bersama rakyat untuk memulihkan infrastruktur yang terdampak bencana, termasuk jembatan ini,” ujarnya.

Ditambahkan, dengan tersambungnya kembali akses masyarakat, diharapkan aktivitas warga dapat kembali normal sehingga roda perekonomian terus berputar.

Menurutnya, masih terdapat beberapa titik jembatan lain yang akan dikerjakan ke depan, termasuk infrastruktur penting lainnya seperti sekolah.

“Dengan akses yang kembali terbuka, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Gangguan akibat bencana beberapa waktu lalu, diharapkan kini dapat pulih,” katanya.

Kasdam mengapresiasi sinergitas pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat yang terbentuk dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut.

Bupati Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi yang hadir saat itu mengatakan, membangun jembatan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol bangkitnya harapan masyarakat pascabencana.

“Jembatan ini kembali menghubungkan aktivitas masyarakat. Anak-anak bisa kembali bersekolah, petani dan pedagang dapat mengangkut hasil usahanya, serta layanan kesehatan bisa menjangkau warga tanpa hambatan. Kita sangat membutuhkan akses ini untuk bangkit,” ujarnya.

Dia merasa bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari TNI, Polri, masyarakat hingga unsur lainnya yang terlibat dalam pembangunan jembatan.

“Kerja cepat, koordinasi yang solid dan kepedulian yang tulus menjadi bukti bahwa dalam situasi bencana kita tidak pernah berjalan sendiri,” katanya.

Sekdakab Agam juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Menurutnya, jembatan yang telah dibangun merupakan milik bersama dan menjadi simbol perjuangan serta kebersamaan dalam melewati masa sulit pascabencana.

Dengan kembali terbukanya akses penghubung antarwilayah, dia berharap pemulihan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, kehidupan sosial kembali normal dan semangat untuk bangkit semakin kuat. (red)