POLIKATA.COM- Tiga anak-anak yang terseret arus saat bermain di kawasan Pantai Ujung Batu, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya ditemukan Tim SAR Kota Padang dalam keadaan meninggal dunia. Korban terakhir berhasil ditemukan tim Tim Pencarian dan Pertolongan, Minggu (1/2/2026).
Dantim SAR Kota Padang, Reno Saputra mengatakan, kejadian bermula Sabtu (31/1/2026) pukul 11.52 WIB. Informasi menyebutkan tiga orang anak terseret arus laut saat berada di kawasan Pantai Ujung Batu.
“Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°51’52.99″S–100°19’53.04″T. Jarak lokasi kejadian dari Kantor SAR Padang sekitar 6,35 kilometer garis lurus atau 9,4 kilometer jalur darat dengan waktu tempuh kurang lebih 17 menit,” katanya.
Diketahui ketiga anak-anak tersebut bermain di pantai. Ketiga korban merupakan anak-anak berusia delapan tahun yang berasal dari Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Korban pertama bernama Akbar dan Akmal dinyatakan meninggal dunia (MD), sementara korban atas nama Rozi sempat dilakukan pencarian sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (1/2/2026).
Dari keterangan warga setempat dan saksi, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 11.48 WIB, ketiga korban sedang mandi di pantai. Namun, secara tiba-tiba mereka terseret arus ombak. Dua korban sempat dievakuasi oleh warga, sementara satu korban lainnya hilang dan dilakukan pencarian.
“Kedua korban yang ditemukan Sabtu, sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Selanjutnya, Tim SAR melanjutkan pencarian pada Minggu (1/2/2026) pukul 07.00 WIB, dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Pencarian dilakukan melalui penyisiran laut menggunakan LCR, RIB Basarnas, RIB Brimob, Aqua Eye, serta drone thermal dengan luas area pencarian sekitar 1 nautical mile persegi.
Pada pukul 08.40 WIB, korban terakhir atas nama Rozi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 0°51’50.53″S–100°19’35.14″E atau sekitar 500 meter dari lokasi kejadian awal.
“Korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” lanjutnya.
Reno menyebutkan, dengan ditemukannya korban terakhir, maka Tim SAR yang melibatkan Basarnas, Polairud, Polri, TNI, Brimob, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, menghentikan pencarian seluruh korban. (*)






