MENTAWAI, POLIKATA.COM— Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar secara terpadu untuk Kecamatan Siberut Selatan, Siberut Tengah, dan Siberut Barat Daya, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pastoran Kecamatan Siberut Selatan tersebut mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Ekonomi untuk Peningkatan Produktivitas Menuju Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.”
Musrenbang ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai beserta Anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Camat Siberut Selatan, Camat Siberut Tengah, dan Camat Siberut Barat Daya. Hadir pula 11 Kepala Desa dari tiga kecamatan, para Kepala Puskesmas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Musrenbang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai yang ditandai dengan pemukulan gong, sebagai simbol dimulainya proses perencanaan pembangunan terpadu lintas kecamatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jakop Saguruk menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan dan kemampuan fiskal daerah.
“Penguatan sumber daya ekonomi harus dilakukan melalui hilirisasi dan inovasi. Kita tidak bisa lagi hanya menjual bahan mentah. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM harus didorong agar memiliki nilai tambah,” ujar Jakop.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi yang inklusif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah terpencil.
Selain itu, Wakil Bupati mendorong agar potensi unggulan setiap kecamatan dikembangkan sesuai karakteristik wilayah. Kecamatan Siberut Barat Daya diarahkan pada penguatan sektor perikanan dan pariwisata bahari, Siberut Tengah sebagai sentra pertanian dan perkebunan berbasis sagu, serta Siberut Selatan sebagai pusat perdagangan dan jasa penunjang pariwisata.
“Pembangunan ekonomi harus selaras dengan kelestarian lingkungan. Siberut adalah aset dunia. Pariwisata alam dan budaya tidak boleh merusak hutan dan adat istiadat,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Siberut Selatan, Hijon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang gabungan tiga kecamatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antarwilayah kecamatan untuk perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi dan efisien.
“Musrenbang kecamatan adalah amanat regulasi untuk menyelaraskan usulan dari desa dengan prioritas pembangunan daerah. Kami mengajak seluruh 11 kepala desa untuk menyampaikan program prioritas secara jelas dan terukur,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Bruno Guimek Sagalak, menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, kondisi tersebut harus dijadikan tantangan untuk terus berinovasi.
“Keterbatasan anggaran menuntut kita bekerja lebih cerdas, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien,” katanya.
Musrenbang terpadu tiga kecamatan ini diharapkan mampu menghasilkan usulan program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar dalam penyusunan RKPD Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2027. (*)






