BeritaPadang

Peluang Kuliah di Prancis: 200 Mahasiswa Unand Ikuti Seminar Beasiswa LPDP Co-Funding Tahap 1

6
×

Peluang Kuliah di Prancis: 200 Mahasiswa Unand Ikuti Seminar Beasiswa LPDP Co-Funding Tahap 1

Sebarkan artikel ini
SEMINAR BEASISWA LPDP- Universitas Andalas (Unand) menggelar Seminar Beasiswa LPDP Co-Funding Tahap 1 Tahun 2026 untuk program LPDP–France Magister (Master Program) pada Jumat (6/2). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa yang antusias mendapatkan informasi mengenai peluang melanjutkan studi ke Prancis melalui skema beasiswa LPDP.

PADANG, POLIKATA.COM–Universitas Andalas (Unand) menggelar Seminar Beasiswa LPDP Co-Funding Tahap 1 Tahun 2026 untuk program LPDP–France Magister (Master Program) pada Jumat (6/2). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa yang antusias mendapatkan informasi mengenai peluang melanjutkan studi ke Prancis melalui skema beasiswa LPDP.

Seminar ini menghadirkan Antonie Bricout, Atase Kerja Sama Pendidikan dan Universitas Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Antonie Bricout menjelaskan bahwa program LPDP–France merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Pemerintah Prancis untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia melanjutkan pendidikan jenjang magister di universitas-universitas terbaik di Prancis.

Ia menyampaikan bahwa pendaftaran beasiswa telah dibuka sejak 22 Januari hingga 23 Februari 2026. Melalui program ini, peserta dapat memilih studi di lebih dari 50 universitas berperingkat dunia dengan pilihan lebih dari 200 program studi yang tersedia. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang keilmuan, mulai dari sains dan teknologi, ekonomi dan manajemen, hingga ilmu sosial dan humaniora.

Baca Juga  Premier League: Manchester United Pede Hadapi Fulham di Old Trafford

Lebih lanjut, Antonie Bricout menjelaskan bahwa skema LPDP–France Magister merupakan jalur khusus (co-funding), sehingga tidak semua pendaftar LPDP secara otomatis dapat mengikuti jalur ini. Peserta tetap harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan serta mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku dari LPDP dan mitra universitas di Prancis.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan perkembangan sistem pendidikan tinggi di Prancis yang kini semakin ramah bagi mahasiswa internasional. Jika sebelumnya sebagian besar program studi mewajibkan kemampuan bahasa Prancis, saat ini semakin banyak program yang menggunakan bahasa pengantar Inggris.

Baca Juga  Temuan BPK Rp171 Juta, Kader Posyandu di Padang Wajib Kembalikan Uang PMT

“Dulu, minat mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Prancis relatif rendah karena kendala bahasa. Namun sekarang sudah tersedia banyak program berbahasa Inggris, sehingga peluang untuk melanjutkan studi ke Prancis semakin terbuka luas,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, UNAND berharap mahasiswa dan alumni memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pendaftaran, pilihan universitas, serta strategi persiapan agar dapat lolos seleksi beasiswa LPDP–France. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UNAND dalam mendorong internasionalisasi pendidikan serta meningkatkan jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi kelas dunia. (red)