AgamBeritaDaerahSumatera Barat

Ruas Manggopoh–Padanglua Masuk R3P: Benni Warlis Kawal Perbaikan Jalan Pascabencana

1
×

Ruas Manggopoh–Padanglua Masuk R3P: Benni Warlis Kawal Perbaikan Jalan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
MASUK DALAM RDP— Salah satu ruas prioritas yang masuk dalam usulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) adalah ruas jalan Manggopoh–Padang Lua, yang selama ini menjadi jalur vital penghubung antarwilayah.

AGAM, POLIKATA.COM- Pascabencana alam yang melanda Kabupaten Agam, kerusakan infrastruktur jalan menjadi persoalan serius yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah menegaskan, salah satu ruas prioritas yang masuk dalam usulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) adalah ruas jalan Manggopoh–Padang Lua, yang selama ini menjadi jalur vital penghubung antarwilayah.

Benni Warlis menjelaskan, penanganan bencana dilakukan secara bertahap. Pada fase tanggap darurat, pemerintah daerah memprioritaskan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, terban, maupun putus, agar konektivitas antardaerah kembali terbuka. Normalisasi sungai serta evakuasi warga ke tempat aman juga menjadi fokus utama.

“Yang pertama kami lakukan adalah memastikan akses terbuka. Jalan harus tembus, bantuan logistik harus sampai ke masyarakat terdampak,” kata Benni saat hadir mendampingi wartawan Agam mengikuti agenda Puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Banten, Senin (9/2).

Setelah akses dasar terbuka, pemerintah daerah bergerak ke fase pendataan dampak bencana, meliputi jumlah warga terdampak, rumah rusak, serta kerusakan infrastruktur publik. Data tersebut kemudian diverifikasi secara ketat agar benar-benar akurat sebagai dasar penyusunan R3P yang diajukan ke Posko Nasional Satgas Wilayah Sumatera dan pemerintah pusat.

Baca Juga  Rakor Penanganan Bencana: Pemkab Agam Usulkan Perbaikan Infrastruktur Jalan dalam R3P

Dalam dokumen R3P tersebut, Pemkab Agam tidak mengusulkan perbaikan jalan dalam bentuk titik-titik kerusakan semata, melainkan berupa ruas jalan secara utuh, termasuk ruas strategis Manggopoh–Padanglua. Skema ini diharapkan mampu menghadirkan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang bersifat sementara.

“Ruas Manggopoh–Padanglua kami dorong masuk R3P agar penanganannya komprehensif. Ini jalur strategis, bukan hanya untuk Agam, tapi juga konektivitas antar daerah di Sumbar,” kata Benni.

Meski terdapat beberapa titik yang pembebasan lahannya belum tuntas, Bupati menekankan agar pengerjaan dapat dimulai pada lahan yang sudah bebas terlebih dahulu, sembari proses administrasi dan pembebasan lahan diselesaikan secara bertahap.

Ruas Simpang Gudang–Padanglua yang merupakan jalan provinsi memang menjadi perhatian serius Pemkab Agam. Tingginya volume lalu lintas serta perannya sebagai jalur arteri penghubung menjadikan kondisi jalan ini kerap menjadi bahan pembahasan dalam forum lintas pemerintahan. Bahkan, dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Rakyat (PUTR) di Jakarta pekan lalu, kondisi ruas tersebut turut diangkat sebagai agenda penting yang diharapkan segera ditangani secara menyeluruh.

Baca Juga  Pembina Upacara di SMA 1 Padang, Andre Rosiade Dorong Pelajar Bangun Sumbar Lewat Pendidikan dan Disiplin

Sementara itu, perbaikan awal melalui pemeliharaan rutin oleh Dinas BMCKTR Sumbar telah mulai dilakukan di beberapa titik, berupa penambalan badan jalan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun, Pemkab Agam menilai langkah tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan perbaikan permanen pascabencana.

Tak hanya jalan provinsi, Pemkab Agam juga mengusulkan sejumlah ruas jalan kabupaten masuk dalam R3P, di antaranya Jalan Panta menuju Bukittinggi, ruas Matua–Sitingkai, serta Jalan Koto Baru–Simpang Canduang.

Pemkab Agam berharap, melalui sinergi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, perbaikan ruas Manggopoh–Padanglua yang telah masuk R3P dapat segera direalisasikan, sehingga konektivitas, keselamatan pengguna jalan, serta roda perekonomian masyarakat dapat kembali pulih pascabencana. (red)