BeritaEkonomiPadang

Kota Padang Alami Deflasi, BI Sebut Bawang dan Cabai Penyebabnya

5
×

Kota Padang Alami Deflasi, BI Sebut Bawang dan Cabai Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
HIGH LEVEL MEETING- Analis Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Rifat Pasha menuturkan tentang deflasi yang terjadi di Padang, saat High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2/2026).

PADANG, POLIKATA.COM – Kota Padang mengalami deflasi (penurunan harga barang) pada bulan Januari 2026. Melihat kondisi demikian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat angkat bicara.

Analis Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Rifat Pasha menuturkan, deflasi yang terjadi di Padang didasari banyak hal. Penyumbang deflasi berada di berbagai sektor.

“Deflasi ini patut kita syukuri,” ungkapnya saat High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga  Tempat Pembuangan Akhir Sampah Makin Terbatas, Pemkab Mentawai Lakukan TPS 3R

Rifat mengatakan, deflasi terjadi di Padang karena turunnya harga cabai dan bawang merah. Selain itu akses transportasi di Padang juga lebih baik.

“Lancarnya transportasi dapat menurunkan biaya tariff kendaraan antar kota,” jelasnya.

Selain itu, penyumbang terbesar turunya deflasi di Kota Padang yakni dampak kebijakan yang dilakukan Pemko Padang. Terutama kebijakan tariff dasar air dari Perumda Air Minum.

“Dampak kebijakan memberi diskon 50 persen kepada pelanggan Perumda Air Minum memberi andil cukup besar terhadap inflasi,” hemat Rifat.

Baca Juga  Andre Rosiade Cup 1 2026 Resmi Ditutup, Jadi Fondasi Lahirnya Calon Pemain Timnas dari Sumbar

Melihat kondisi tersebut, Analis Senior itu berharap Kota Padang dapat menjaga konsistensi tersebut. Serta terus menjaga momentum itu dengan baik. (red)