BeritaHeadlinePadang

Fenomena Inflasi Saat Ramadhan: Berpuasa, Kebutuhan Pangan Malah Meningkat

0
×

Fenomena Inflasi Saat Ramadhan: Berpuasa, Kebutuhan Pangan Malah Meningkat

Sebarkan artikel ini
RAPAT TPID-Asisten II Setdako Padang Didi Aryadi, memimpin Rapat High Level Meeting TPID bersama sejumlah BUMN, Bank Indonesia, Bulog, BPS Kota Padang, MUI, Perumda AM Kota Padang, OPD terkait di Pemko Padang serta Pemprov Sumbar.

PADANG, POLIKATA.COM— Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Padang, Indra Noveri dalam Rapat High Level Meeting TPID, mengungkapkan terkait bulan puasa yang identik dengan kebutuhan pangan masyarakat meningkat pesat.

Sudah menjadi fenomena umum yang terjadi dari tahun ke tahun ketika menjelang bulan Ramadhan harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik, kondisi ini sering dibahasakan oleh para ahli dengan istilah inflasi.

Pada bulan ini masyarakat muslim berpuasa dan diimbau untuk mengendalikan hawa nafsu, tetapi mengapa justru tingkat konsumsi kebutuhan pokok malah meningkat? Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan masyarakat muslim yang lebih konsumtif pada bulan ramadhan terutama dalam pemenuhan kebutuhan bahan makanan.

Tak heran jika pada saat bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat pesat. Permintaan meningkat, sementara pasokan berkurang. Akibatnya, kerap terjadi inflasi saat bulan puasa dan lebaran. Agar tidak terjadi inflasi berkepanjangan saat bulan Ramadhan nanti, Pemerintah Kota Padang menumpangkan harapan kepada ulama.

Baca Juga  Kinerja Bank Nagari 2025 Tetap Tangguh, Aset Tembus Rp33,61 Triliun

Selain itu inflasi juga disebabkan terjadinya kelangkaan barang kebutuhan pokok di pasaran yang disebabkan terjadinya penimbunan barang oleh oknum pedagang nakal.

“Di bulan puasa, memang konsumsi masyarakat hanya dua kali sehari (saat sahur dan berbuka), namun volume yang dikonsumsi meningkat dari biasanya,” ungkap Indra Noveri.

Indra mengimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak bersabar ketika bulan puasa. Tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

“Tentunya kita mengimbau masyarakat agar lebih efektif dan bijak,” harapnya.

Agar imbauan ini dapat menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat, Kepala Bagian Perekonomin dan SDA itu menumpangkan harapan kepada seluruh ulama. Supaya ketika memberikan ceramah atau tausyiah kepada jemaah, ulama dapat menyampaikan pentingnya menjaga kesabaran saat berpuasa, terutama dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

“Lewat ulama kita tumpangkan harapan dan tidak terjadi inflasi, dan deflasi pun dapat terus terjaga,” ujar Kabag Perekonomian dan SDA itu.

Baca Juga  Batang Kuranji Meluap lagi, 3 Rumah Warga Rusak Berat

Asisten II Setdako Padang Didi Aryadi, juga menegaskan bahwa berdasarkan data riil di lapangan, pasokan kebutuhan pokok masyarakat sangat mencukupi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak.

“Ketersediaan dan pasokan bahan pangan menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Padang, jadi jangan panik,” tegas Didi Aryadi di hadapan seluruh anggota TPID.

Menurut Didi, hingga pekan kedua Februari 2026, stabilitas pasar masih terjaga. Tidak tercatat adanya kelangkaan bahan pokok yang ekstrem. Komoditas vital seperti beras, bawang merah, minyak goreng, gula, daging sapi, hingga telur ayam tersedia dalam jumlah yang memadai di pasaran.

Rapat High Level Meeting TPID itu diikuti sejumlah BUMN dan instansi lainnya. Di antaranya seperti perwakilan dari Bank Indonesia, Bulog, BPS Kota Padang, MUI, Perumda AM Kota Padang, OPD terkait di Pemko Padang serta Pemprov Sumbar. (red)