PADANG, POLIKATA.COM- Hari ini, warga keturunan Tionghoa di dunia, termasuk di Kota Padang, merayakan Tahun Baru Imlek pada 17 Februari-, ketika shio akan berubah dari Tahun Ular menjadi Tahun Kuda.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada 17 Februari 2026. Tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang dalam tradisi Tionghoa dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, kerja keras, dan semangat meraih kesuksesan.
Dekorasi bertema kuda telah muncul di pusat perbelanjaan, ucapan selamat meriah terpampang di papan reklame, emoji kuda dan angpao bermunculan di layar ponsel.
Bagi banyak orang Tionghoa, Tahun Baru Imlek lebih dari sekadar pengaturan ulang kalender. Ini adalah momen bersama untuk mengirimkan berkah dan menetapkan rencana untuk tahun mendatang.
Tetapi ada apa di balik tradisi Tahun Baru Imlek?
Sejarah Imlek berasal dari Dinasti Shang 3500 tahun lalu, diwarnai dengan legenda serangan monster Nian, dan dirayakan berdasarkan kalender lunar Tiongkok.
• Asal usul shio Imlek berasal dari legenda China yang mengatakan bahwa Buddha menamai tahun sesuai dengan dua belas hewan yang datang bertemu dengannya pada hari Imlek.
• Makna Hari Raya Imlek adalah bentuk perayaan manusia yang menyatu dengan alam, waktunya untuk bersyukur atas rezeki tahun lalu serta semangat untuk hal-hal yang lebih baik di tahun baru. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan kepada dewa sekaligus leluhur dan warisan tradisi sekaligus mitos yang berhubungan dengan Imlek.
• Sudah banyak bangunan dan tempat-tempat yang dihiasi dengan pernak-pernik perayaan Hari Raya Imlek. Seperti yang diketahui, perayaan Imlek identik dengan angpao, lampion merah, kue keranjang, barongsai, petasan, dan tentunya masih banyak hal lagi yang melekat dengan Imlek.
Dirayakan secara meriah dan penuh suka cita, Imlek memiliki sejarahnya.
1. Sejarah Imlek
Menurut beberapa sumber yang mengulas tentang sejarah Imlek, awal mula perayaan ini berasal dari Dinasti Shang (1600-1046 SM), sekitar 3500 tahun yang lalu. Pada zaman itu, diadakan upacara pengorbanan sebagai bentuk penghormatan pada dewa dan leluhur yang dilakukan setiap awal dan akhir tahun.
Selain itu, momen tersebut juga menjadi ritual persembahan korban kepada leluhur atau dewa, sekaligus memberkati hasil panen pada pergantian tahun. Bersamaan dengan hal itu, sejarah Imlek diwarnai dengan legenda serangan monster bernama Nian.
Dikatakan ada seorang lelaki tua yang bijaksana mengetahui cara mengusir Nian yaitu dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah. Kemudian orang-orang memasang lentera merah dan gulungan merah yang diletakkan di jendela dan pintu rumah mereka agar Nian tidak masuk.
Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang lagi. Maka dari itu, sampai sekarang perayaan Imlek dirayakan dengan berbagai pakaian hingga dekorasi berwarna merah, petasan, kembang api, ditambah dengan barongsai.
Secara etimologis Imlek terdiri dua kata yaitu Im dan Lek. Im memiliki arti bulan. Sedangkan Lek adalah penanggalan. Jadi, Imlek adalah tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama di awal tahun.
2. Asal usul shio Imlek
Membahas sejarah Imlek gak akan jauh-jauh dengan asal usul shio Imlek. Salah satu legenda China mengungkapkan alasan mengapa budaya Tiongkok menamakan tahun mereka dengan nama hewan. Legenda tersebut mengatakan bahwa Buddha meminta semua hewan untuk bertemu dengannya pada hari Imlek.
Buddha kemudian menamai tahun sesuai dengan dua belas hewan yang datang. Dua belas hewan dalam penanggalan China yaitu; anjing, babi/babi hutan, tikus, lembu, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, dan ayam jago.
3. Makna Hari Raya Imlek
Imlek memiliki makna yang kuat karena menjadi bentuk perayaan manusia yang menyatu dengan alam. Waktunya untuk bersyukur atas rezeki tahun lalu serta semangat untuk hal-hal yang lebih baik di tahun baru.
Tentunya tak hanya itu, Imlek juga waktu untuk bermaaf-maafan dengan anggota keluarga. Yang lebih tua menyayangi yang muda, salah satunya dengan bentuk angpao, dan yang muda menghormati yang tua dengan bentuk bakti.
4. Tujuan Hari Raya Imlek
Berdasarkan sejarah Imlek, tujuan dari perayaan Imlek sebagai wujud atau bentuk bersyukur untuk bisa menyambut tahun baru. Imlek diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa sekaligus leluhur. Selain itu, tujuan dari perayaan Imlek ini adalah sebagai bentuk warisan tradisi sekaligus mitos yang berhubungan dengan Imlek.
Itulah ulasan mengenai sejarah Imlek mulai dari asal-usul shio yang tiap tahunnya berbeda, hingga makna dan tujuan perayaan Imlek.
5. Apa makna Kuda Api?
Kuda Api dianggap sebagai kombinasi yang kuat dalam shio China. Api Yang melambangkan aktivitas dan gairah, sedangkan Kuda mewakili kemandirian dan tindakan.
Dalam budaya Tiongkok, ungkapan yang melibatkan kuda dalam bahasa Mandarin digunakan untuk menyampaikan kata-kata seperti kesuksesan yang cepat, memimpin, dan momentum, terutama dalam lingkungan profesional.
Dr. Christian Yao, seorang dosen senior di Sekolah Manajemen Universitas Victoria Wellington di Selandia Baru, mengatakan kepada BBC bahwa ungkapan yang menggunakan kuda kemungkinan akan muncul secara luas dalam pidato di tempat kerja, presentasi, dan baris subjek email pada 2026.
Ia mengatakan bahwa bahasa seperti itu di tempat kerja menjadi alat “tata kelola lunak” saat karyawan didorong untuk mencerminkan ciri khas proaktif dan cepat dari Kuda Api.
(*)





