PADANG, POLIKATA.COM- Masjid Amal Muslimin Kompleks Wisma Indah VII, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah, kembali melaksanakan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah. Tahun lalu, masjid ini menjadi Pesantren Terbaik di tingkat Kecamatan Kototangah yang dituangkan dalam SK Camat Koto Tangah No.22/SK-CKT/2025.
Pembukaan pesantren dilakukan Senin (23/2) usai pelaksanaan shalat subuh berjamaah. Puluhan pelajar tingkat SD dan SMP antusias mengikuti shalat berjamaah dan rangkaian pembukaan pesantren.
Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan Ummi Suhaimi, S.Ag, MPd.I mengatakan, tahun ini peserta pesantren berjumlah 53 orang. Dimana, untuk tingkat SD berjumlah 24 siswa dan SMP 29 siswa. “Alhamdulillah, pembukaan pesantren berjalan lancar dengan tingkat kehadiran peserta 100 persen,” kata Ummi yang juga guru PAI di SDN 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo ini.
Sejumlah program sudah disiapkan untuk seluruh peserta, sesuai dengan tema Pesantren Ramadhan yang sudah ditetapkan Pemko Padang, yakni “Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara” sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam mengoptimalkan fungsi masjid dan mushala.
Dijelaskan Ummi, tahun ini Masjid Amal Muslimin membuat inovasi dan program “KURMA”, yakni Kumpulkan Uluran Rasa Menebar Amal. Hal ini sejalan dengan materi yang diberikan Pemko, yakni Berbagi itu Indah.
“Seluruh peserta diberikan kotak amal. Lalu, mereka akan mencari uluran rasa dari keluarga, kerabat, tetangga atau siapa saja untuk mau berbagi, sedekah dan infak,” jelas Ummi.
Selanjutnya, kotak amal akan dibuka setiap hari Rabu. Nanti, uang dari kotak amal dibelikan sembako, seperti gula pasir, minyak goreng, mie instan dan lainnya.
“Paket sembako dimasukkan dalam kantong plastik dan dibagikan kepada anak-anak fakir miskin di sekitar lingkungan masjid dan juga peserta pesantren yang kurang mampu. Dengan program ‘KURMA’ ini, kami ingin mengajarkan anak bagiamana berbagi itu indah, bagaimana cara mendapatkannya, lalu diberikan kepada orang miskin,” jelas guru Pendidikan Agama Islam ini.

Selain program ‘KURMA’, panitia pesantren juga menyiapkan inovasi ‘POS AMAL’ (Postingan Ku Amal Ku). POS AMAL bisa menjadi solusi tepat bagi santri untuk lebih bijak menggunakan media sosial, mengajak teman-temannya untuk berperilaku baik melalui postingan kreatif yang memotivasi dan membangun.
“Harapan kita sebagai pengajar dan pembimbing, seluruh santri anak-anak kita betul-betul mendapat ilmu yang baik selama Pesantren Ramadhan ini. Sehingga melalui pesantren ini, maka Progul dari Wako dan Wawako Padang, yakni Smart Surau berjalan baik,” ulas Ummi.

Selain itu, seluruh santri juga ditargetkan tilawah 2 juz dalam satu hari. Kemudian, juga ada lomba tahfiz, lomba Rangking 1, nasyid, kaligrafi dan konten kreatif tentang ibadah. “Nanti video-video akan diposting di media sosial masing-masing peserta dan ditag di akun ig Masjid Amal Muslim,” kata Ummi.
Dia menyebut, semua program Pesantren Ramadhan Masjid Amal Muslim didukung penuh oleh tokoh masyarakat, Prof, H. Saifullah SA, MA, remaja masjid dan warga di sekitar lingkungan masjid.
“Kita ingin progul Smart Surau bisa tercapai. Sesuai dengan arahan bapak wali kota, dimana dengan Pesantren Ramadhan ini kita berusaha memperkenalkan gerakan Smart Surau dengan beberapa aktivitas seperti Subuh Mubarakah, Revisi Kurikulum MDTA/MDTW, Remaja Masjid Reborn, serta Ruang Pembelajaran Digital,” ulas Ummi.
Dengan Pesantren Ramadhan, diharapkan siswa lebih memahami ajaran agama Islam secara mendalam, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta membentuk karakter berakhlak mulia. Selai itu, siswa nanti mampu mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari, mandiri, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Untuk diketahui Pesantren Ramadhan 1447 H akan berlangsung hingga 15 Maret 2026 di 1.100 masjid dan mushala se-Kota Padang. Kegiatan keagamaan ini diikuti 84.649 siswa, terdiri dari 43.382 siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah dan 41.367 siswa SMP/Madrasah Tsanawiyah.(red)





