Air adalah kebutuhan utama bagi manusia. Namun, muncul pertanyaan klasik yang sering diperdebatkan: lebih sehat minum air hangat atau air dingin? Sebagian orang percaya air hangat lebih bermanfaat untuk pencernaan, sementara yang lain merasa air dingin lebih menyegarkan.
Ahli kesehatan memberikan penjelasan ilmiah mengenai perbedaan efek minum air hangat dan dingin terhadap tubuh.
Manfaat Minum Air Hangat
Menurut ahli nutrisi, minum air hangat memiliki sejumlah keuntungan bagi tubuh, terutama pada sistem pencernaan.
- Membantu melancarkan pencernaan.
- Mendukung detoksifikasi alami.
- Meredakan hidung tersumbat atau sakit tenggorokan.
- Memberi efek relaksasi sehingga membantu tidur lebih nyenyak.
Manfaat Minum Air Dingin
Sementara itu, air dingin juga punya manfaat tersendiri, terutama dalam kondisi tubuh yang membutuhkan kesegaran.
- Menurunkan suhu tubuh setelah olahraga atau cuaca panas.
- Membantu meningkatkan fokus dan kesegaran.
- Mengurangi risiko heatstroke saat cuaca ekstrem.
Kapan Sebaiknya Dipilih?
- Air hangat lebih tepat diminum di pagi hari, setelah makan berlemak, atau sebelum tidur.
- Air dingin lebih bermanfaat setelah olahraga, cuaca panas, atau saat tubuh butuh cepat segar.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
- Terlalu sering minum air dingin dapat memicu sakit gigi, migrain, hingga memperlambat pencernaan.
- Air hangat yang terlalu panas berisiko melukai tenggorokan atau esofagus.
Baik air hangat maupun dingin sama-sama bermanfaat, tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh.
- Pilih air hangat untuk pencernaan, relaksasi, dan detoksifikasi.
- Pilih air dingin untuk kesegaran, hidrasi cepat, dan menurunkan suhu tubuh.
Dengan memahami perbedaan keduanya, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan sesuai situasi.






