Berita

Mahasiswa KKN Unand Sulap Sampah Organik jadi Pupuk Cair dan Padat di Sidu Mulyo Dharmasraya

20
×

Mahasiswa KKN Unand Sulap Sampah Organik jadi Pupuk Cair dan Padat di Sidu Mulyo Dharmasraya

Sebarkan artikel ini

Dharmasraya, Polikata.com—Kebiasaan membakar sampah rumah tangga masih kerap ditemui di Jorong Sidu Mulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Praktik yang dianggap paling cepat dan mudah ini ternyata menyimpan dampak serius bagi kesehatan dan lingkungan.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Padang menjadikan persoalan pengelolaan sampah sebagai fokus program kerja di Nagari Tebing Tinggi. Melalui inovasi sederhana, mahasiswa KKN mengolah sampah organik rumah tangga menjadi dua produk sekaligus, yakni Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP).

Inovasi ini memanfaatkan ember yang dimodifikasi dengan sistem penyaringan di bagian dalam serta kran di bagian bawah. Sampah organik yang telah dicincang dimasukkan ke dalam ember, kemudian difermentasi menggunakan aktivator alami. Selama proses fermentasi, sampah akan terurai dan menghasilkan cairan lindi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, sementara sisa padatan di dalam ember diolah menjadi pupuk organik padat atau kompos.

Ketua Kelompok Tani Tebing Tinggi, Ruwadi, mengaku metode ini membuka wawasan masyarakat tentang pengelolaan sampah.
“Biasanya sisa makanan dan sampah dapur langsung dibakar. Setelah dijelaskan oleh adik-adik KKN, kami baru paham kalau sampah itu bisa dijadikan pupuk. Apalagi dengan ember ini, sekali buat bisa dapat pupuk cair dan padat,” ujarnya.

Metode pengolahan ini dinilai efisien karena masyarakat tidak perlu melakukan dua kali proses untuk mendapatkan pupuk cair dan padat. Selain itu, alat dan bahan yang digunakan mudah ditemukan dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah tangga masing-masing.

Mahasiswa KKN Unand juga melakukan sosialisasi dan demonstrasi langsung kepada warga mengenai cara pembuatan serta pemanfaatan pupuk organik. Pupuk cair digunakan untuk menyiram tanaman pekarangan, sementara pupuk padat dimanfaatkan sebagai media tanam sekaligus penyubur tanah.

“Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna justru bisa memberi manfaat bagi pertanian dan mengurangi polusi akibat pembakaran sampah,” kata Fathur, salah seorang mahasiswa KKN.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap masyarakat Nagari Tebing Tinggi semakin mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga dan mampu mengubah sampah organik menjadi produk bernilai guna. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah di tingkat nagari. (*)