PADANG, POLIKATA.COM — Ketua Yayasan Waqaf Ar Risalah Sumatra Barat (Sumbar) Mulyadi Muslim menegaskan pentingnya nilai inti SIPS sebagai fondasi utama dalam mengelola dan mengembangkan aset wakaf umat. Mulyadi menjelaskan, SIPS merupakan akronim dari spirituality, integrity, profesionality, dan sinergi.
Hal tersebut disampaikan Mulyadi Muslim saat memberikan sambutan pada acara wisuda STAI Ar Risalah Sumbar yang digelar Sabtu (7/2/2026) di GSB Firman Bahar, Kota Padang.
Mulyadi Muslim menyebutkan, budaya kerja organisasi kini semakin diperkuat melalui penerapan nilai-nilai utama SIPS. Landasan ini dimulai dari aspek spirituality sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Kemudian diwujudkan melalui integrity dalam menjaga kejujuran serta keselarasan antara perkataan dan perbuatan di setiap lini tugas.
“Di sisi operasional, nilai profesionality menuntut setiap insan organisasi untuk bekerja secara kompeten dan efektif guna mencapai standar kualitas tertinggi. Hal ini disempurnakan dengan semangat sinergi, di mana kolaborasi lintas fungsi dikedepankan untuk menciptakan kekuatan kolektif yang jauh lebih besar daripada kerja individu, demi mewujudkan visi besar lembaga secara berkelanjutan,” katanya.
Keempat nilai ini menjadi pegangan utama Yayasan Waqaf Ar Risalah dalam menjaga amanah umat agar wakaf tidak hanya terpelihara. Tetapi, juga mampu berkembang secara produktif dan berkelanjutan.
“Dengan empat nilai inti inilah, alhamdulillah Yayasan Waqaf Ar Risalah Sumbar mampu melakukan lompatan-lompatan luar biasa. Sebagai bentuk mensyukuri nikmat Allah, kami merasa perlu berbagi pengalaman dan pembelajaran,” ujar Mulyadi yang juga merupakan anggota DPRD Kota Padang.
Mulyadi Muslim memaparkan, dalam rentang waktu sekitar 15 tahun, Ar Risalah telah berkembang pesat dengan memiliki lembaga pendidikan yang lengkap, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Bahkan, STEI Ar Risalah berhasil beralih status menjadi STAI hanya dalam waktu lima tahun.
“Insya Allah, cita-cita untuk mewujudkan Ar Risalah menjadi Institut bahkan Universitas dapat kita capai sebelum tahun 2030,” ungkapnya optimistis.
Lebih lanjut, Mulyadi menegaskan komitmen Ar Risalah untuk terus bersinergi dengan perguruan tinggi lain di Sumbar. Menurutnya, semangat kebersamaan dengan prinsip duduak samo randah, tagak samo tinggi menjadi kunci dalam membangun peradaban dan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai daerah pencetak intelektual serta calon pemimpin bangsa.
“Ar Risalah siap bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan dan peradaban di Sumatera Barat,” pungkasnya menutup sambutan. (*)






