PADANG, POLIKATA.COM— Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan yang dirangkai dengan penguatan spiritual bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Mustafa, Ketua DWP Ny. Nursofia Mustafa, Kepala Bagian Tata Usaha, seluruh Kepala Bidang, serta ASN Kanwil Kemenag Sumbar. Tausiah disampaikan penceramah Urwatul Wusqa.
Dalam arahannya, Mustafa menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dan menjadi momentum penting bagi setiap insan untuk mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin.
“Ramadan yang akan kita masuki ini adalah bulan yang sangat agung. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya fisik, tetapi juga hati dan jiwa,” ujarnya.
Ia mengapresiasi berbagai agenda dan program yang telah disiapkan jajaran Kanwil Kemenag Sumbar hingga ke kabupaten dan kota untuk menyemarakkan Ramadhan tahun ini. Menurutnya, seluruh program tersebut patut didukung bersama agar Ramadan benar-benar terasa hidup dan bermakna.
“Mari kita dukung dan semarakkan seluruh kegiatan Ramadan. Jadikan Ramadan kali ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Belum tentu kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya,” ungkap Mustafa penuh refleksi.
Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan agar ibadah puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga. Ia menekankan pentingnya memahami kembali fikih Ramadan agar puasa yang dijalani tidak kehilangan nilai dan pahalanya.
“Banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus. Puasanya sah, namun substansi dan pahalanya bisa hilang. Karena itu, mari kita ulang kembali pemahaman dasar tentang puasa, apa syaratnya, apa yang membatalkannya, dan apa yang menghilangkan pahalanya,” pesannya.
Menurut Mustafa, meskipun pengetahuan keagamaan sudah dimiliki, pengulangan terhadap hal-hal mendasar tetap penting agar ibadah Ramadhan tidak menjadi sia-sia.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh ASN untuk membersihkan diri dan membuka pintu maaf sebelum memasuki bulan suci. Dengan nada rendah hati, Mustafa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran atas berbagai kekurangan dalam kepemimpinan dan kebijakan.
“Sebelum kita masuk Ramadhan, mari kita bersihkan diri. Kami sebagai pimpinan justru yang terlebih dahulu meminta maaf kepada Bapak dan Ibu semua. Mari kita buka pintu hati, buka pintu maaf, tanpa harus menunggu orang lain memintanya,” tuturnya.
Ia berharap, dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, Ramadhan dapat dijalani dengan penuh ketenangan, kebahagiaan, serta membawa perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur Kementerian Agama. (red)





