SIJUNJUNG, POLIKATA.COM- Sanggar Seni Berlian Saiyo sukses menggelar Festival Tari Piring Kreasi Se-Sumatera Barat 2025 (Perempuan Rumah Gadang Mandeh) di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini merupakan komitmen pelestarian budaya yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana Tahun 2025.
Ketua Panitia Pelaksana, Lili Gusrianti Putri, dalam laporannya menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa.
“Dapat kami laporkan antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat ada 25 karya yang masuk dan telah melalui kurasi yang sangat ketat. Dari pemilihan kurator akhirnya tersisa 10 karya terbaik yang akan tampil di panggung utama,” ujarnya.
Dukungan senada juga datang dari jajaran legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Nofriardi Zulka, SH, menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui DPRD akan terus mengawal keberlangsungan tradisi lokal.
“Ketua DPRD menyampaikan komitmennya terhadap pengembangan adat dan tradisi, serta merawat adat dan tradisi tersebut agar tidak tergerus zaman. Besar harapan dari acara ini lahir generasi muda yang penuh talenta yang nantinya menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah budaya kita,” tegas Nofriardi Zulka.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Sijunjung. Dalam sambutannya, dia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para peserta.
“Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi pada acara ini. Kepada 10 peserta finalis kita berharap berikan penampilan yang luar biasa. Siapapun yang akan menang apapun itu jangan berhenti dan jangan pernah lelah untuk berlatih dan memajukan seni serta budaya di daerah kita Sumatera Barat khususnya Sijunjung,” ungkap Kadis Parpora Sijunjung.
Festival ini menampilkan 10 grup finalis tari piring kreasi terbaik se-Sumatera Barat yang telah melewati proses kurasi ketat. Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga orang juri yang berkompeten di bidang seni tari, yaitu Yesriva Nursyam, S.Sn., M.Sn. (Dosen ISI Padang Panjang), Mia Fahmiati, S.Pd., M.Pd. (Dosen Universitas Negeri Padang) dan Cici Wulandari (Guru SMK Negeri 7 Padang).
Dari 10 grup finalis yang tampil dengan koreografi memukau dan inovatif tersebut, dewan juri akan memilih 5 kategori terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas pertunjukan yang ditampilkan. Adapun 5 grup finalis yang mendapat kategori terbaik yaitu, Sanggar Seni Tuah Sakato, Kata Gerak, Ayief Dance Performance, Katis Dance Company, dan Sanggar Seni Mutiara Minang. (red)





