AGAM, POLIKATA.COM— Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Satbrimob Polda Sumbar segera menuntaskan pembangunan dua jembatan Bailey di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Jembatan bailey ini merupakan bantuan dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.
Di Kabupaten Agam, Polri mengerjakan dua jembatan bailey, satu di Sawah Laweh dan satu di Subarang Aia. Pengerjaan jembatan di Subarang Aia saat ini sudah mencapai 90 persen dan diperkirakan dapat dilalui kendaraan dalam satu atau dua hari ke depan.
Sementara itu, pembangunan jembatan di Sawah Laweh mencapai 75 persen dan ditargetkan rampung pada Minggu (22/2). Kedua jembatan ini vital bagi warga, terutama untuk mengakses pasar tradisional di Jorong Kayu Pasak Selatan. Awalnya, Kapolri memerintahkan pembangunan jembatan agar rampung sebelum Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, hujan deras belakangan ini sempat memperlambat proses.
Untuk percepatan, Polri menurunkan 100 anggota Brimob Polda Sumbar dan enam teknisi dari Resimen Brimob Kelapa Dua. Pembangunan jembatan ini merupakan dukungan Polri dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Ranah Minang.
Sejak dimulainya pekerjaan pada 29 Januari 2026, tim di lapangan fokus pada tahap pembangunan awal, yakni pemasangan kerangka pondasi sebagai struktur penopang utama. Memasuki hari kelima pengerjaan, progres menunjukkan tren positif dengan target rampung secara keseluruhan dalam waktu 15 hari.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, S.I,K, M.H didampingi Kabag Ops Kompol Doni, Lisman, menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pembangunan jembatan rangka baja ini.
“Kami mengerahkan personel terbaik, termasuk bantuan teknis dari Korps Brimob pusat, untuk memastikan pengerjaan Jembatan Bailey ini berjalan presisi. Fokus kami saat ini adalah memperkokoh struktur pondasi agar jembatan mampu menahan beban kendaraan dengan aman. Ini adalah bakti Polri untuk masyarakat Agam,” ujar Kombes Pol Lukman Syafri Dundel Malik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa kehadiran jembatan ini merupakan bentuk perhatian langsung dari pimpinan Polri terhadap kesulitan yang dialami warga di Sumatera Barat.
“Bapak Kapolri memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan akses di Palembayan ini. Kami menargetkan dalam 15 hari pengerjaan sudah rampung. Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk membangun fisik jembatan, tapi juga memastikan roda ekonomi masyarakat kembali berputar dengan normal,” jelas Susmelawati.
Diharapkan dengan selesainya pembangunan di Sawah Laweh dan Subarang Aia, aktivitas sosial-ekonomi masyarakat di Kecamatan Palembayan dapat kembali berjalan tanpa hambatan.
Sementara iut Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami, mengatakan masyarakat sebelumnya sudah tiga kali membangun jembatan darurat dari pohon kelapa dan bambu, namun selalu jebol akibat meningkatnya debit air sungai. “Keberadaan jembatan bailey ini sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya. (red)





