BeritaDaerahHeadlineSawahlunto

Gerai Z-Iftar Hadir di Kampung Teleng Sawahlunto: 48 Pelaku Usaha Kuliner Dapat Suntikan Modal Rp300 Ribu

6
×

Gerai Z-Iftar Hadir di Kampung Teleng Sawahlunto: 48 Pelaku Usaha Kuliner Dapat Suntikan Modal Rp300 Ribu

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN BANTUAN USAHA- Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, menyerahkan dana bantuan usaha kepada pelaku usaha kuliner, saat meresmikan program Gerai Z-Iftar Ramadhan UMKM di Stasiun Kampung Teleng, Kota Sawahlunto, Kamis (19/2/2026).

SAWAHLUNTO, POLIKATA.COM — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah dan Ketua DPRD Susi Haryati meresmikan program Gerai Z-Iftar Ramadhan UMKM di Stasiun Kampung Teleng sebagai langkah percepatan ekonomi mustahiq melalui penguatan modal usaha produktif di momentum Ramadhan.

Program dengan total anggaran Rp45 juta tersebut membantu sebanyak 48 mustahiq pelaku usaha kuliner, masing-masing menerima dukungan modal Rp300 ribu untuk memperkuat kapasitas produksi dan penjualan di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi pabukoan selama bulan puasa.

Baca Juga  Tips Sambut Ramadhan dengan Penuh Semangat

Ketua Baznas Kota Sawahlunto Sawahlunto Edrizon Effendi menyampaikan bahwa di Provinsi Sumatera Barat, program Gerai Z-Iftar Ramadhan dari Baznas pusat hanya diberikan kepada dua daerah, yakni Sawahlunto dan Lima Puluh Kota. Hal itu mencerminkan kepercayaan dan apresiasi terhadap pengelolaan zakat produktif yang selama ini dijalankan Baznas Sawahlunto,” kata Edrizon.

Sementara itu, Wali Kota Riyanda Putra menilai, Ramadhan bukan hanya ruang peningkatan ibadah, tetapi juga momentum strategis perputaran ekonomi masyarakat, sehingga zakat yang dikelola harus diarahkan untuk memperkuat kemandirian usaha mustahiq agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga secara nyata.

Baca Juga  Anggaran Rp667 Miliar untuk Perbaikan Jalan Malalak, Menteri PU Siapkan Jembatan Permanen dan Sabo Dam

Menurutnya, model gerai bersama tersebut memberi kesempatan bagi mustahiq untuk tidak sekadar menerima bantuan, melainkan menjadi pelaku ekonomi aktif yang terorganisir, tertib, dan memiliki peluang keberlanjutan usaha setelah Ramadhan berakhir.

“Pemerintah Kota Sawahlunto siap mendukung penguatan ekosistem UMKM berbasis zakat agar program seperti ini menjadi titik awal transformasi mustahiq menuju kondisi ekonomi yang lebih stabil, produktif, dan bertahap menuju kemandirian,” pungkas wako. (red)