BeritaHeadlinePadang

Viral! Ngaku Juru Parkir, Mobil Pengunjung Pantai Padang Dilempari Batu

27
×

Viral! Ngaku Juru Parkir, Mobil Pengunjung Pantai Padang Dilempari Batu

Sebarkan artikel ini
PELEMPARAN BATU- Inilah titik lokasi pengunjung Pantai Padang terlibat adu argumen dengan seorang juru parkir ketika berhenti di tepi pantai, tidak jauh dari posko Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumat (20/2/2026). Juru parkir tersebut akhirnya melempari mobil pengunjung dengan batu. (foto istimewa)

PADANG, POLIKATA.COM — Aksi premanisme dan urang bagak kembali berulang di kawasan Pantai Padang. Jumat (20/2/2026), seorang pengunjung, Sisca (46), mengaku mengalami pelemparan batu terhadap mobilnya saat singgah sejenak di kawasan Pantai Padang, Kota Padang.

Insiden tersebut terjadi setelah pengunjung terlibat adu argumen dengan seorang juru parkir ketika berhenti di tepi pantai, tidak jauh dari posko Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumat (20/2/2026).

Unggahan di akun Instagram @sisca_yeyen mendadak menjadi sorotan setelah ia membagikan pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya di kawasan Pantai Padang.

Dalam unggahan tersebut, ia mengaku mobilnya terkena aksi pelemparan batu saat tengah berhenti sejenak di lokasi tersebut, padahal jarak berentinya tidak jauh dari posko Satpol PP Padang.

Dijelaskan Yeyen, ia sengaja memarkir kendaraan sejenak dekat posko Satpol PP agar merasa lebih aman, sembari membalas pesan di ponselnya.

Namun situasi berubah ketika seorang pria berjaket juru parkir mendatanginya dan meminta uang parkir.

Sisca menjelaskan bahwa dirinya hanya berhenti sesaat dan belum benar-benar parkir, tetapi terjadi adu argumen.

Ia mengaku sempat mendapat ucapan bernada tak pantas, bahkan disinggung soal jilbab. Menurutnya, persoalan tersebut bukan tentang membayar parkir, melainkan cara penyampaian yang dinilai kurang pantas.

Kejadian ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet, tak sedikit yang mengeluh mengenai keamanan di Pantai Padang yang notabene merupakan objek wisata unggulan.

“Saya hanya berhenti sebentar, karena anak saya minta berhenti, dan membalas pesan-pesan di HP. Lalu didatangi juru parkir dan diminta membayar. Saya jelaskan cuma singgah sebentar, bukan mau parkir, tapi terjadi adu argumen dan saya diminta pergi. Saya sebut, saya sedang pakai handphone, belum bisa pergi. Tapi dia bersikeras menyuruh saya pergi. Saya tidak mau,” jelas Yeyen.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unand Sulap Sampah Organik jadi Pupuk Cair dan Padat di Sidu Mulyo Dharmasraya

Menurut dia, juru parkir tersebut menyampaikan bahwa penarikan parkir dilakukan karena harus menyetor kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang.

Setelah percakapan itu berakhir, pengunjung mengaku menghentikan interaksi dengan juru parkir, dan masih berdiam untuk menggunakan handphone-nya membalas pesan-pesan yang masuk.

Tiba-tiba, tidak lama kemudian, mobilnya dilempari batu yang berukuran relatif besar. Sisca terkejut, dan anaknya ketakutan.

Merasa terancam, pengunjung kemudian meminta bantuan petugas Satgas Pantai (Satpol PP) yang berada di posko terdekat.

Salah seorang petugas Satgas bernama Rizky, yang ditemui di lokasi, menyatakan bahwa apa yang disampaikan oknum petugas parkir tadi mengada-ada.

Rizky juga menyampaikan bahwa keberadaan Satpol PP di kawasan Pantai Padang bertujuan menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan bagi masyarakat maupun pengunjung.

Pengunjung menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan keberadaan maupun regulasi parkir. Namun menurut dia, aturan perlu disosialisasikan secara jelas dan tidak disertai tindakan intimidatif terhadap masyarakat yang hanya singgah sesaat.

“Saya bukan tidak mau bayar parkir. Saya juga sering bayar, bahkan kadang lebih. Tapi kalau hanya berhenti sebentar di pinggir jalan dan berada di dalam mobil untuk menggunakan ponsel, apakah itu langsung dianggap parkir? Yang saya harapkan aturan jelas dan tidak ada kekerasan,” ujarnya.

Dia juga menyayangkan adanya perlakuan verbal yang menyinggung—pelaku menyebut Sisca mengenakan jilbab tapi mau melawan pelaku—serta insiden pelemparan batu yang disebut menimbulkan rasa takut dan berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung kawasan wisata.

Baca Juga  Sudah 2 Bulan Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Wako Padang Minta Bantuan Pusat

Pengunjung berharap, kejadian serupa tidak terulang serta pengawasan terhadap aktivitas parkir di kawasan wisata dapat ditingkatkan agar masyarakat maupun wisatawan tetap merasa aman saat berada di ruang publik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra saat dihubungi awak media mengatakan, petugas Satgas Pantai memang tempatkan di lokasi pantai utk dapat memonitor dan melakukan pengawasan di sepanjang pantai.

“Tidak ada pembenaran atas tindakan yg terjadi tersebut, saat ini kita jg sedang koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Padang terkait pemberitaan, sehingga kedepannya menjadi bahan evaluasi dan peningkatan keamanan jg,” ungkap Chandra.

Menanggapi kejadian itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan, tindakan kekerasan di kawasan wisata tidak dapat dibenarkan dan perlu penertiban.

“Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Harus ada penertiban. Ini kan kota, punya etika. Untuk biaya parkir memang betul ada penyetoran ke Dishub, tetapi ada aturannya dalam memungut parkir,” ujarnya.

Muharlion menilai, tindakan anarkis, terlebih jika sampai ada aksi pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung, merupakan perilaku yang tidak etis dan berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat.

“Tindakan anarkisme apalagi sampai melempar batu ke mobil pengunjung sangat tidak etis. Hal ini bisa menjadi ketakutan bagi orang-orang yang ingin menikmati suasana Pantai Padang,” katanya. (red)