Teknologi

Laptop Baru Beli Tapi Lemot? Ini Cara Mengatasinya

34
×

Laptop Baru Beli Tapi Lemot? Ini Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (foto: tier1)

Banyak orang mengira bahwa laptop baru pasti memiliki performa cepat. Namun kenyataannya, ada sebagian pengguna yang justru merasa laptop barunya lambat dan tidak responsif. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari spesifikasi perangkat, sistem operasi, maupun cara penggunaan.

Jika Anda baru membeli laptop tapi terasa lemot, berikut beberapa penyebab dan cara mengatasinya.

1. Terlalu Banyak Aplikasi Bawaan (Bloatware)

Laptop baru biasanya dibekali dengan aplikasi bawaan dari produsen maupun sistem operasi. Sayangnya, tidak semua aplikasi ini diperlukan. Bloatware dapat membuat laptop bekerja lebih lambat.

Solusi:

  • Uninstall aplikasi yang tidak terpakai.
  • Gunakan aplikasi pembersih bawaan Windows seperti Storage Sense.

2. Penyimpanan Masih Menggunakan HDD

Banyak laptop entry-level masih memakai Hard Disk Drive (HDD) yang kecepatannya lebih lambat dibanding Solid State Drive (SSD). Hal ini sangat memengaruhi kecepatan booting maupun membuka aplikasi.

Solusi:

  • Upgrade penyimpanan ke SSD untuk performa yang lebih kencang.
  • Jika sudah menggunakan SSD, pastikan kapasitas tidak penuh.

3. RAM Terlalu Kecil

Laptop dengan RAM 4 GB atau bahkan 2 GB cenderung kewalahan ketika digunakan multitasking. Sistem operasi modern seperti Windows 10/11 membutuhkan memori lebih besar agar berjalan lancar.

Solusi:

  • Upgrade RAM sesuai kapasitas maksimal laptop.
  • Tutup aplikasi yang tidak digunakan agar RAM lebih lega.

4. Update Sistem Belum Selesai

Laptop baru biasanya masih melakukan update Windows atau driver saat pertama kali digunakan. Proses update ini bisa membuat kinerja laptop terasa lambat.

Solusi:

  • Pastikan semua update selesai terpasang.
  • Restart laptop setelah update.

5. Terlalu Banyak Program Startup

Aplikasi yang otomatis berjalan saat laptop dinyalakan dapat memperlambat proses booting dan performa awal.

Solusi:

  • Matikan aplikasi startup yang tidak diperlukan lewat Task Manager → Tab Startup.
  • Biarkan hanya aplikasi penting seperti antivirus.

6. Overheating dan Sistem Pendingin Kurang Optimal

Meskipun masih baru, beberapa laptop bisa cepat panas karena sistem pendingin terbatas. Saat suhu tinggi, prosesor otomatis menurunkan performa (throttling).

Solusi:

  • Gunakan cooling pad.
  • Pastikan ventilasi laptop tidak tertutup saat digunakan.

7. Spesifikasi Tidak Sesuai Kebutuhan

Jika laptop baru dibeli dengan spesifikasi minimal, wajar jika performanya terasa kurang. Misalnya laptop dengan prosesor entry-level dipakai untuk editing video berat.

Solusi:

  • Gunakan laptop sesuai kebutuhan (misalnya laptop kantor hanya untuk Office & browsing).
  • Jika membutuhkan performa lebih, pertimbangkan upgrade atau ganti ke seri yang lebih tinggi.

Laptop baru tapi terasa lemot bukan berarti rusak. Sebagian besar masalah bisa diatasi dengan langkah sederhana seperti menghapus aplikasi bawaan, upgrade ke SSD atau RAM, serta mengoptimalkan pengaturan sistem.

Dengan perawatan dan penyesuaian tepat, laptop Anda bisa bekerja lebih cepat dan tahan lama.