Kesehatan

Minyak Kelapa untuk Masak, Murni atau Biasa? Ini Penjelasan Lengkapnya

42
×

Minyak Kelapa untuk Masak, Murni atau Biasa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (foto: export-lanka)

POLIKATA.COM – Minyak kelapa telah lama menjadi bagian dari dapur masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan aromanya khas membuat minyak ini sering dipilih untuk menggoreng maupun menumis. Namun, di pasaran terdapat dua jenis minyak kelapa yang paling umum, yaitu minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) dan minyak kelapa biasa. Pertanyaannya, manakah yang lebih tepat digunakan untuk memasak sehari-hari?

Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Virgin coconut oil dihasilkan dari kelapa segar melalui metode cold-pressed atau fermentasi tanpa pemanasan tinggi. Proses ini membuat kandungan nutrisi seperti asam laurat, antioksidan, dan vitamin E tetap terjaga.

Kelebihan:

  • Lebih sehat karena minim pemrosesan.
  • Kandungan antioksidan tinggi.
  • Cocok digunakan untuk menumis atau dicampurkan ke dalam makanan tanpa pemanasan tinggi.

Kekurangan:

  • Harga relatif lebih mahal.
  • Tidak selalu tahan pada suhu sangat tinggi sehingga kurang ideal untuk menggoreng berulang.

Minyak Kelapa Biasa

Minyak kelapa biasa dibuat dari kopra atau daging kelapa kering yang dipanaskan. Proses ini mengurangi sebagian nutrisi alami, namun membuat minyak lebih tahan lama dan lebih murah.

Kelebihan:

  • Harga lebih terjangkau.
  • Lebih tahan terhadap panas tinggi sehingga cocok untuk menggoreng.
  • Banyak tersedia di pasaran.

Kekurangan:

  • Nutrisi lebih sedikit dibandingkan minyak kelapa murni.
  • Kandungan lemak jenuh tinggi sehingga konsumsi berlebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol.
  • Mana yang Sebaiknya Digunakan untuk Memasak?

Ahli gizi menyarankan pemilihan minyak kelapa disesuaikan dengan kebutuhan. Minyak kelapa murni lebih baik untuk konsumsi sehat, seperti campuran salad atau masakan dengan pemanasan rendah. Sementara itu, minyak kelapa biasa lebih sesuai untuk kebutuhan menggoreng dengan suhu tinggi.

Meski demikian, penggunaan minyak dalam jumlah wajar tetap menjadi kunci. Konsumsi berlebihan, baik minyak kelapa murni maupun biasa, dapat menambah asupan lemak jenuh yang berisiko bagi kesehatan jantung.

Minyak kelapa, baik murni maupun biasa, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Minyak kelapa murni unggul dari sisi nutrisi, sedangkan minyak kelapa biasa lebih praktis untuk menggoreng. Konsumen perlu menyesuaikan pilihan dengan jenis masakan serta mempertimbangkan pola makan sehat secara keseluruhan.